wepinfo: Indonesia Tanpa Pacaran

Hot

Post Top Ad

Your Ad Spot
Showing posts with label Indonesia Tanpa Pacaran. Show all posts
Showing posts with label Indonesia Tanpa Pacaran. Show all posts

Thursday, November 23, 2017

Salah Menjadi Jomblo Saat Ini

November 23, 2017 0

Apa Salahnya Jomblo?




– Ketataan Dalam Cinta Pahala Terus Mengalir. Menjadi jomblo di negeri ini normalnya akan mengundang cemoohan dan sindiran. Semua akan menyerang siang dan malam, seperti masa penjajahan Belanda. Luar biasanya, para pencemooh datang bagai prinsip pahlawan: gugur satu tumbuh seribu. Bebas dari satu pencemooh, yang lain datang bertubi-tubi. Bebas dari cemoohan keluarga, eh cemoohan datang dari teman-teman kampus/sekolah. Bebas dari cemoohan di sekolah/kampus, eh saat terjun di masyarakat malah lebih dahsyat lagi. Sepertinya, enggak ada tempat aman buat jomblo di Indonesia. Kalau ruangan khusus merokok sudah ada, gimana kalau usul bikin Ruangan Khusus Jomblo?
Baiklah, buat yang kena serangan karena jomblo, khususnya dari kawan-kawan yang belum paham cinta, jangan terjebak dengan melepas status jomblo lalu beralih pada status pacaran.
STOP!
Lawan hawa nafsumu! Jangan biarkan dirimu kotor, bernoda, kusam, berminyak juga jerawatan (ups. Jerawat itu di wajah, ya?). Eh, maksudnya, jangan biarkan dirimu berdosa dengan terjun dalam pacaran hanya karena menghindari rasa malu. Ingat, enggak perlu malu dengan status jomblo. Malulah di hadapan Allah SWT yang telah memberikan naluri cinta.
Justru harusnya generasi muda perlu bangga jadi jomblo. Sebab, dengan menjomblo, generasi muda selangkah lebih taat dibanding dengan yang sibuk pacaran. Bayangkan, mereka yang pacaran sibuk mengumbar hawa nafsunya. Karena pacaran, tenaga terporsir untuk antar jemput sang pacar, uang saku jebol buat traktir sang pacar, konsentrasi belajar jadi buyar karena memikirkan sang pacar, hingga akhirnya menjadikan mereka terjerumus kedalam kubangan setan dan menjadi temannya di neraka.



 sumber : http://gaulfresh.com/indonesiatanpapacaran/httpgaulfresh-comcategoryindonesiatanpapacaran/apa-salahnya-jomblo
Read More

GERAKAN INDONESIA TANPA PACARAN

November 23, 2017 0

CINTA TANPA MAKSIAT? YA GAK LEWAT PACARAN TAPI TA'ARUFAN

Cinta, semua manusia mempunyai cinta bahkan semua makhluk hidup termasuk hewan hanya bedanya hewan tidak diberikan akal pikiran. So, kalo manusia mencintai tidak menggunakan akalnya berarti sama aja dengan hewan dong? betul sekali. Karena dalam islam sudah ada aturan dan ketentuannya maka apa susahnya untuk mentaati semuanya. Bagaimana kalau banyak godaanya yang membuatnya jadi sulit? itulah sebabnya mengapa manusia diberikan akal pikiran, yaitu digunakan  untuk memilih mana yang baik dan yang buruk serta memilih teman yang baik atau buruk karena teman yang baik pasti akan selalu mengajak dan mengingatkan kita pada kebaikan, dan tentunya pacaran sudah pasti perbuatan buruk. Kalau sama-sama suka masa mau ditolak? tidak usah di tolak, tapi berilah ia syarat untuk menjadikanmu halal baginya. Mudah kan?
tidak mudah dong kalo kita belum siap untuk menikah apalagi masih sekolah atau kuliah, kan pekerjaan rumah tangga ribet. Tidak usah khawatir suami yang sholeh senantiasa akan menjadi sahabat sekaligus imam kita kelak jadi pekerjaan rumah akan terasa ringan dengan adanya cinta kasih yang tulus diantara keduanya. Indah bukan?
Yakinlah laki-laki yang sholeh tidak akan mengajakmu berpacaran. Jika kita berkata “aku menginginkan pacar yang sholeh”. Kata-kata itu perlu di ralat menjadi “aku menginginkan suami yang sholeh”. Kenapa artikel ini diberikan judul cinta +pacaran = maksiat(dosa) , karena cinta itu suci. Rasa cinta diberikan oleh sang maha Esa untuk saling mengasihi dan menyayangi. Jika jika cinta telah ditambah dengan pacaran, maka cinta itu sudah tidak suci lagi. Kenapa saya berbicara seperti itu? karena sesholeh atau sesholehah apapun manusia, serajin apapun sholatnya,setinggi apapun pendidikannya,  jika sudah berpacaran maka syaitan akan ikut campur di dalamnnya, dan jika syaitan sudah ada di dalamnya maka apapun bisa terjadi.
Maka jangan heran jika kita sering mendengar bukan hanya anak nakal yang mengalami hamil di luar nikah, tetapi kepada anak ustadz pun hal itu bisa terjadi, karena mempunyai orangtua ustadz,kiyai,guru,dosen dan pekerjaan lainnya yang bersifat mengajar tidak bisa menjadi jaminan anaknya tidak akan berpacaran karena kemajuan teknologi yang sangat memudahkan untuk berkomunikasi. Selain itu iman seseorang bersifat naik turun. Maka teman yang baik dan beriman sangat penting buat kita untuk selalu saling mengingatkan dan mengajak kepada kegiatan yang bisa menguatkan iman kita.
Oleh karena itu mari kita dukung gerakan# Indonesia Tanpa Pacaran , selamatkan saudara/saudari kita dari sakit hati dan rasa merana.

sumber : http://gaulfresh.com/category/indonesiatanpapacaran
Read More